Kamis, 06 Juni 2013

METODE ILMIAH



Metode Ilmiah

Metode ilmiah  atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah:
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Langkah-langkah Metode Ilmiah
1.      Perumusan masalah
Pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan factor-faktor yang terkait di dalamnya.
2.      Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai factor yang saling mengikat dan membentuk konstelasi permaslahan.
Disusun secara rasional berdasrakan premis-premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor  empiris yang relefan dengan permasalahannya.
3.      Perumusan hipotesis
            Jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaanyang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
4.      Pengujian hipotesis
Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
5.      Penarikan kesimpulan
Penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Dan sebaliknya sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak.

Metode Ilmiah

Kriteria
Langkah-langkah

1.       Berdasarkan fakta.
2.       Bebas dari prasangka
3.       menggunakan prinsip-prinsip analisis
4.       menggunaksn hipotesis
5.       menggunakan ukuran obyektif
6.      menggunakan teknik kuantifikasi
1.       memilih dan mendefinisikan masalah
2.       surevi terhadap data yang tersedia
3.       memformulasikan hipotesis
4.       membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam menguji hipotesis
5.       mengumpulkan data primer
6.       mengolah, menganalisis serta membuat interpretasi.
7.      membuat generalisasi dan kesimpulan

SUMBER          
http://nadiarahma10.blogspot.com/2011/02/apa-itu-metode-ilmiah-dan-apa-kegunaan.html
http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/27/pengertian-metode-ilmiah/


LAPORAN



Pengertian Laporan
Suatu bentuk penyampaian berita,keterangan,pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka.

Jenis laporan
- laporan berbentuk formulir
- laporan berbentuk surat
- laporan berbentuk memorandum (memo)
- laporan berbentuk naskah
- laporan berbentuk buku

Ciri-Ciri Laporan Ilmiah.
1. Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan atau perintah. Mungkin juga laporan itu diserahkan atas prakarsa penulis untuk mendapat kritik dari ahli-ahli terkemuka. Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan kepada pembaca umum. Jika ditujukan kepada umum biasanya laporan berbentuk pamflet atau selebaran.
2. Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa laporan panjang yang terdiri atas: halaman judul, surat penyerahan, daftar isi, pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran. Laporan pendek biasanya terdiri atas judul pokok dan nomornomor, dengan perlengkapan seperti biasa dalam surat-menyurat formal.
3. Laporan itu bersifat sangat objektif, maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika ditarik kesimpulan, kesimpulan itu berupa induksi berdasar atas bukti spesifi k. Jika dibuat suatu pujian atau rekomendasi, pendapat pribadi atau prasangka harus dihindari jauh-jauh. Bila data laporan itu tak cukup atau bertentangan satu dengan lainnya, pembaca dipersilakan untuk menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan bersifat tentatif.
4. Bahasa dan nadanya formal. Kata ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data atau “Asal Bapak Senang” yaitu agar pembaca terpenuhi seleranya. Seperti dalam karya tulis ilmiah, dalam laporan harus tidak ada ungkapan pergaulan, bahasa kasar atau makian, atau susunan kata dan ungkapan yang ceroboh.
5. Judul, subjudul, dan sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, mantik diartikan dengan (1) cara berpikir yang hanya mendasarkan pikiran belaka; (2) perkataan yang benar. Laporan yang disajikan dengan baik dapat digunakan sebagai acuan.

Syarat Laporan
Agar dapat meyakinkan orang yang menerima laporan, pembuat laporan harus mampu menyusun laporan dengan baik. Oleh sebab itu, pembuat laporan harus benar-benar memperhatikan syarat-syarat sebuah laporan yang baik.

Laporan yang baik harus memenuhi syarat, diantaranya :

a. Laporan harus ditulis dengan bahasa yang baik dan jelas

b. Isinya harus diurutkan sehingga masuk akal

c. Fakta-fakta yang disajikan harus menimbulkan kepercayaan penerima laporan.

SUMBER
http://girlycious09.wordpress.com/tag/definisi-laporan/
http://panduanguru.com/ciri-ciri-laporan-ilmiah-panduan-laporan-ilmiah-untuk-guru/
http://www.winapedia.org/2013/03/pengertian-dan-cara-membuat-laporan.html

Jumat, 26 April 2013

FENOMENA AURORA


Aurora merupakan pemandangan spektakuler yang terlihat di langit sebelah utara dan selatan, khususnya di daerah kutub. Aurora kutub utara bias dikatakan sebagai fenomena alam berupa cahaya yang menyala-nyala di atas langit.
Aurora terjadi pada lapisan ionosfer sebuah planet yang diakibatkan karena terjadi interaksi antara medan magnetik yang di miliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang di pancarkan oleh matahari.
Matahari memiliki partikel bermuatan yang di sebut plasma, yaitu gas yang telah terionisasi akibat suhu panas matahari. Partiket yang di sebut plasma ini di lemparkan matahari dengan kecepatan lebih dari 500mil/detik hingga ke segala arah termasuk bumi, partikel ini kemudian terhisap oleh medan magnet di kutub utara dan selatan bumi. Ketika plasma berbenturan dengan partikel atmosfer bumi akan memancarkan cahaya gemerlapan yang indah di angkasa.
 Ini adalah fenomena cahaya yang menakjubkan sering terlihat di daerah utara negara-negara seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, Greenland, Islandia, Alaska dan Kanada. Bentuknya memanjang seperti busur panah atau menyerupai tirai yang terbentang di luasnya angkasa raya dan kadang-kadang malahan seperti selendang bidadari yang sedang menari-nari di khayangan sehingga ada sebuah mitos yang menyatakan Aurora sebagai The Dance of the Spirits alias tarian para roh-roh di dunia lain sana.
 



Warna warni aurora
Keindahan warna warni aurora disebabkan oleh benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Warna yang di hasilkan aurora ini tergantung pada komposisi atmosfer dan ketinggiannya, sehingga warnanya bisa berubah-ubah.
©      apabila partikel yang bersangkutan berbenturan dengan oksigen pada ketinggian 140 km, warna aurora menjadi biru atau ungu.
©      apabila partikel yang bersangkutan berbenturan dengan oksigen dan nitrogen pada ketinggian 100km, warna aurora menjadi kemerah-merahan.
©      apabila partikel yang bersangkutan berbenturan dengan hydrogen pada ketinggian 300km, warna aurora menjadi hijau atau merah muda. 

Kamis, 25 April 2013

KARANGAN



Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah, narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi  dan persuasi.

Macam-macam Karangan dan Pengertiannya
1. NARASI,
Adalah karangan yang berisi tentang rangkaian peristiwa yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita.
2. DESKRIPSI,
Adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengarkan hal tersebut.
3. EKSPOSISI,
Adalah karangan yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan.
4. ARGUMENTASI,
Adalah karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data/fakta/konsep sebagai dasar/alasan/bukti.
5. PERSUASI,
Adalah karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu sesuai keinginan penulis, atau karangan yang bersifat ajakan.

KARANGAN ILMIAH
Karya ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Ciri-ciri karangan sebagai berikut:
Lugas: tulisan langsung menuju persoalan
Logis: segala keterangan yang dipaparkan harus memiliki dasar dan alasan yang masuk akal dan dapat diuji kebenarannya.
Tuntas: masalah atau tema yang dipilih dipaparkan secara mendalam
Obyektif: keterangan yang disajikan sesuai dengan data dan fakta yang ada
Cermat: berusaha menghindari berbagai kekeliruan walau sekecil apapun.
Jelas dan padat: keterangan mudah dipahami Tidak melibatkan emosi yang berlebihan Menggunakan bahasa baku dan memperhatikan tanda baca.

Jenis-Jenis
  • Skripsi, karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya.
  • Tesis, pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan di karangan untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi,
  • Disertasi, karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor.

Karya Tulis Non-ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
  • ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • fakta yang disimpulkan subyektif,
  • gaya bahasa konotatif dan populer,
  • tidak memuat hipotesis,
  • penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • bersifat imajinatif,
  • situasi didramatisir,
  • bersifat persuasif.
  • tanpa dukungan bukti
Ilmiah
Non Ilmiah
  • Menggunakan bahasa baku
  • Berdasarkan fakta umum
  • Benar-benar aktual
  • Dibarengi bukti
  • Logis
  • Nyata
  • Netral, tidak boleh bersifat mengajak
  • Menggunakan bahasa kiasan atau gaya bahasa populer
  • Berdasarkan fakta pribadi
  • Tidak memuat hipotesis
  • Dibarengi sejarah
  • Imajinatif
  • Didramatisir
  • Bersifat persuasif










SUMBER:
http://fikarzone.wordpress.com/2011/02/15/karya-ilmiah-non-ilmiah/