Kamis, 09 Januari 2014

E-learning

Digitalisasi mengubah cara hidup manusia pada semua bidang. Tujuan utama digitalisasi adalah untuk mendapatkan efesiensi dan optimalisasi dalam kehidupan manusia. Salah satu produk digitalisasi dalam bidang pendidikan adalah e-learning.

E-learning merupakan cara baru proses belajar mengajar dengan menggunakan segala bentuk perangkat elektronik. Makna Sesungguhnya e-learning adalah segala proses pemindahan keahlian dan pengetahuan dengan segala media digital maupun jaringan baik itu intranet maupun internet. Jadi, kita bisa mengatakan bahwa e-book, video dan audio yang digitalkan dalam bentuk kepingan CD sudah menerapkan cara pembelajaran e-learning. Sebagian besar orang menganggap bahwa e-learning itu sebatas pembelajaran secara online.

Beberapa para ahli menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan internet. Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e”atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. E-learning yang dibahas dalam paper ini adalah e-learning yang menekankan penggunaan internet.

Perbedaan antara pembelajaran e-learning dengan tradisional. Pada pembelajaran e-learning, pelajar menjadi fokus utamanya. Sedangkan, pembelajaran tradisional, guru dianggap orang yang paling mengetahui segala sesuatu dan ditugaskan menyalurkan ilmu pengetahuan kepada muridnya. Jadi, dalam suasana e-learning akan memaksa pelajar untuk aktif dalam proses pembelajarannya. Sehingga, pelajar harus membuat perencanaan dan mencari materi dengan usaha dan inisiatif sendiri. E-learning dapat menggantikan guru dalam arti sebenarnya. E-learning akan menjadi suplemen dan komplemen wakil guru yang mewakali sebagai sumber belajar yang penting di dunia.

Sumber : E-Learning. (2012, Maret 2). Retrieved 2 3, 2012, from Wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/E-learning.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar